Selamat Ulang Tahun Ke-825 Trenggalek Tercinta

GWS 31 Agustus 2019 09:22:25 WIB

Manggis, 31 Agustus 2019 ~ Kabupaten Trenggalek, tepat hari ini merayakan Hari Jadi atau Ulang Tahun Ke-825. Trenggalek adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa timur. Pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Trenggalek yang berjarak kurang lebih sekitar 180 km dari Surabaya, ibu kota Propinsi Jawa Timur. Kabupaten ini menempati wilayah seluas 1.205,22 km² yang dihuni oleh ±700.000 jiwa. Letaknya di pesisir pantai selatan dan mempunyai batas wilayah sebelah utara dengan abupaten Ponorogo atau lebih dikenal dengan Kota Reog. Sebelah timur dengan Kabupaten Tulungagung. Sebelah selatan dengan Samudera Hindia, sebelah barat dengan Kabupaten Pacitan.

Berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka hari jadi Kabupaten Trenggalek akan dilaksanakan, dimulai dari kirab pusaka tradisional, upacara dan lain-lain. Kegiatan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek sudah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu hingga akan mencapai puncak pada hari ini. Sebagai pengingat kepada kita semua akan asal-usul Trenggalek, berikut sedikit informasi tentang bagaimana ihwal terbentuk dan sejarahnya Kabupaten Trenggalek. 

Dari berbagai sumber yang dapat dikumpulkan, kawasan Trenggalek telah dihuni selama ribuan tahun, sejak jaman pra-sejarah, dibuktikan dengan ditemukannya artifak jaman batu besar seperti : Menhir, Mortar, Batu Saji, Batu Dakon, Palinggih Batu, Lumpang Batu dan lain-lain yang tersebar di daerah-daerah yang terpisah.
 
Berdasarkan data tersebut, diketahui jejak nenek moyang yang tersebar dari Pacitan menuju ke Wajak Tulungagung dengan jalur-jalur sebagai berikut :
  1. Dari Pacitan menuju Wajak melalui Panggul, Dongko, Pule, Karangan dan menyusuri sungai Ngasinan menuju Wajak Tulungagung;
  2. Dari Pacitan menuju Wajak melalui Ngerdani, Kampak, Gandusari dan menuju Wajak Tulungagung;
  3. Dari Pacitan menuju Wajak dengan menyusuri Pantai Selatan Panggul, Munjungan, Prigi dan akhirnya menuju ke Wajak Tulungagung.
Menurut HR VAN KEERKEREN, Homo Wajakensis (manusia purba wajak) (mencari-jejak-manusia-wajak.html) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan-peninggalan manusia purba Pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. Sehingga, disimpulkan bahwa pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek dihuni oleh manusia.  
Walaupun banyak ditemukan peninggalan manusia purba, untuk menentukan kapan Kabupaten Trenggalek terbentuk belum cukup kuat karena artifak-artifak tersebut tidak ditemukan tulisan. Baru setelah ditemukannya prasasti Kamsyaka atau tahun 929 M, dapat diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah-daerah yang mendapat hak otonomi / swatantra, diantaranya Perdikan Kampak berbatasan dengan Samudra Indonesia di sebelah Selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi. Disamping itu, disinggung pula daerah Dawuhan dimana saat ini daerah Dawuhan tersebut juga termasuk wilayah Kabupaten Trenggalek. Pada jaman itu tulisan juga sudah mulai dikenal.
Setelah ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Sri Sarweswara Triwi-kramataranindita Srengga Lancana Dikwijayatunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Kertajaya (Raja Kediri) yang juga bertuliskan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatannya, maka Panitia Penggali Sejarah menyimpulkan bahwa hari, tanggal, bulan dan tahun pada prasasti tersebut adalah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek. (trenggalekkab.go.id)
Prasasti Kamulan adalah salah satu cagar budaya yang terletak di Desa Kamulan, Kabupaten Trenggalek Propinsi Jawa Timur. Prasasti ini dibuat pada tahun 1116 Saka, tepatnya jika menggunakan perhitungan Masehi adalah 31 Agustus 1194, maka tanggal ini pula dinobatkan sebagai tanggal kelahiran Kabupaten Trenggalek. (wikipedia)
 
Salah satu tokoh terkenal di Trenggalek adalah Dyan Arya Menak Sopal lebih dikenal dengan nama Menak Sopal, salah seorang bupati atau penguasa Trenggalek. keterangan resmi mengenai Menak Sopal belum banyak ditulis, akan tetapi situs berupa makam dapat dijumpai di dusun Bagong, kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek. Menak Sopal dikenal sebagai pahlawan bagi kaum tani di Trenggalek, usahanya untuk membangun sebuah dam atau waduk beserta saluran irigasi yang menyertainya berkembang menjadi sebuah legenda yang mengiringi tradisi sedekah bumi yang sampai saat ini dilaksanakan oleh kaum tani di kelurahan Ngantru pada bulan Sela. Konon, saat membangun waduk tersebut, Menak Sopal dan pengikutnya mengalami kesulitan karena selalu saja bangunan yang membendung kali Bagong itu jebol. setelah bertapa beberapa hari akhirnya, Menak Sopal mengetahui jika penyebab jebolnya bangunan waduk tersebut karena ulah siluman bajul putih yang menguasai sungai tersebut. Setelah bertemu dengan siluman bajul putih, akhirnya sang siluman bersedia untuk tidak mengganggu pekerjaan besar Menak Sopal dengan meminta tumbal seekor gajah yang berkulit putih pula. Singkat cerita dengan sedikit tipu muslihat, Menak Sopal berhasil menyediakan tumbal Gajah Putih kepada Bajul Putih. Untuk diketahui pemilik Gajah Putih di daerah Wengker hanya ada satu orang yaitu seorang janda di daerah Ponorogo. (Sumber: Wikipedia)

Semoga di usia yang sudah tua ini Kabupaten Trenggalek semakin maju dengan jargon terbarunya yaitu Trenggalek Meroket yang diciptakan oleh Bupati Tercinta Bapak Nur Arifin. Semoga kedepan Trenggalek semakin maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera. Selamat Ulang Tahun Trenggalekku, Selamat Ulang Tahun Trenggalek Kita Semua.

(GWS)

 

Komentar atas Selamat Ulang Tahun Ke-825 Trenggalek Tercinta

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Info Jurnalis

Bagi Generagi Bangsa (Khususnya Warga Desa Manggis) yang punya hobby menulis atau tertarik dunia jurnalistik, mari...... bergabung dengan kami di website Desa Manggis, caranya...... Klik menu "Jurnalis" di bawah ini. Berkarya dan Berinovasi demi menuju Desa yang Mandiri.

Mulai Berkarya Nyata